Monday, September 7, 2009

- " a FLIGHTLESS bird." -

Sore tadi setelah pulang kuliah,, gw mendapati ada seekor burung gereja yg terbang2 panik kian kemari di dalam kamar gw.. Burung itu tersasar,, masuk ke kamar gw entah lewat mana..
Melihat kedatangan gw,, burung itu semakin panik dan berusaha terbang kemana pun menjauhi gw. Mungkin di matanya, gw merupakan suatu ancaman bahaya.

Selama bbrp jam gw mencari2 burung itu dan tidak menemukannya. Gw hanya mendengar bbrp kali ia mencicit, tapi gw gak berhasil menemukan dimana sumbernya.. Gw sampai membongkar2 barang2 di sekitar meja gw, tempat yg paling dekat dengan sumber suara cicitan itu.. Disaat gw baru aja membuka buku kuliah utk belajar,, tiba2 cicitan itu terdengar lebih keras. Akhirnya dgn dilanda rasa penasaran yg kuat, gw beranjak dr tempat duduk dan semakin gencar mencari burung kecil itu.. Tanpa terpikir sebelumnya,, tiba2 gw berusaha mengintip ke celah kecil antara tembok dengan bagian belakang meja belajar gw.. Celahnya terlalu sempit utk melihat dengan jelas ada apa di balik meja itu.. Tapi kemudian gw mengambil senter,, dan dengan susah payah gw menyebar pandangan gw ke seluruh bagian celah. Alhasil, gw menemukan burung gereja itu sedang terjepit jauh di dalam dasar celah. Gw arahkan senter itu ke si burung, dan gw melihat matanya berkedip2. "Hore dy masih hidup!" Itu pikiran yg secara spontan terlintas di benak gw saat itu :)

Tapi gw sempat benar2 bingung,, bagaimana caranya menyelamatkan si burung gereja itu? Dia terlalu kecil dan jauh utk dijangkau oleh batang sapu yg telah gw ambil.. Gw nyaris menyerah dan tadinya gw berpikir utk meminta bantuan pada orang tua gw aja saat mereka pulang. Tapi kemudian gw merasa takut si burung akan terlanjur mati, karena sudah berjam2 lamanya dia terjebak disana.
Akhirnya gw mencoba sekuat tenaga utk mendorong meja belajar gw yg terbuat dari kayu jati itu.. Beberapa kali gw mendorong,, tidak ada hasilnya. Tapi gw gak menyerah. Akhirnya setelah bbrp kali mencoba,, meja itu bergeser sedikit. Senang skali rasanya ^^
Singkat cerita, gw berhasil mengeluarkan si burung gereja dari belakang lemari meja belajar gw..

Tapi kemudian gw belum bs bernapas lega, dengan panik burung itu berusaha terbang lagi kian kemari. Akhirnya gw bermain "kucing2an" bersama si burung di dalam kamar selama kurang lebih 30 menit.. Gw sampai berkeringat. Haha. Tapi pada akhirnya gw berhasil menangkap si burung,, walaupun gw harus menempuh perjuangan yg cukup berat. Wkwk..

Lalu gw sempat mengusap2 si burung.. Kemudian gw membawa si burung ke teras rumah gw,, dan melepaskan dia disana.. Sebelum gw masuk kembali ke dalam rumah, gw sempat memperhatikannya selama beberapa waktu.. Seluruh tubuh burung itu seperti bergetar ketakutan. Dan dia terlihat terlalu lemah utk dapat terbang bebas. Akhirnya setelah beberapa saat diam di pojokan teras,, ia melompat2 kecil ke arah taman dan menghilang ke balik tanaman.
Dan gw pun kembali masuk ke dalam rumah. Waktu itu gw blg, "daaahh burung.. smoga kamu bs bertahan."
hehe..

Dari pengalaman hari ini,, gw belajar menganalogikan kejadian ini..
Gw sempat berpikir,, mungkin kt adalah burung2 gereja yg begitu lemah di hadapan Tuhan.
Seringkali kita berada di posisi yg sama seperti burung itu, kita terjepit. Terjebak, dalam situasi yg begitu menyesakkan kt.
Kt tidak dapat berbuat apa2,, hanya bisa berteriak minta tolong. Krn kt tau, kt tidak mungkin sanggup utk keluar dari celah yg menghimpit kt itu sendirian. Kt membutuhkan sesosok Pribadi lain yg sanggup membebaskan kt.

Pribadi itu adalah Dia, Tuhan Yesus. Dia yg selalu siap menolong dan membebaskan kt dari segala beban dan kesesakan kt. Membebaskan kt dari belenggu dosa yg mengikat kt. Melepaskan kt dari segala keterbatasan dan kelemahan kt.

Tetapi seringkali, sama seperti si burung,, setelah Ia membebaskan kt, kt malah berlari menjauhi Dia. Kt menganggap bahwa kt tidak lagi membutuhkan pertolonganNya. Kt mampu utk terbang bebas dan mencari jalan keluar sendiri. Tapi apa yg terjadi? Kt segera merasa lelah dan kehilangan arah,, ketika kt tidak lagi maw ditolong olehNya. Kt menjadi panik. Kt berusaha keras utk terbang kesana kemari tetapi semuanya itu malah membuat kt semakin lemah..

Tetapi Dia tetap memperhatikan kt. Dia tetap mengikuti kt kemana pun kt pergi. Dan Dia yg selalu siap sedia menolong kt ketika kt terjatuh kembali ke tanah. TanganNya yang akan membawa kt kepada kebebasan, kepada kelegaan dan jalan keluar. TanganNya yang bekerja menyempurnakan segala kekurangan kt. Di dalam tanganNya, kt menjadi aman.

Jadi,, apakah kt akan tetap terbang menjauhiNya dan berusaha keras utk mencari segala jalan keluarnya sendiri? Ataukah kt akan diam berpasrah dan membiarkan tanganNya menolong kt?

The choice is in our hands :)

I'm a flightless bird who needs Your hands to fly, Lord.

Saturday, August 29, 2009

Tell me God,,
if I died tomorrow, would they regret?
Would they cry?
Or even wouldn't they care at all? T.T

Wednesday, August 26, 2009

Maybe in God's sight I'm not ready yet,, that's why He didn't give me a chance.
To be honest,, I'm so disappointed.
I've been trying so hard to be courage these years. And when I think that I've been ready, He didn't give me any chance to do it.

I don't know why,, I really don't know why..
God, please don't let me down T.T

Saturday, August 22, 2009

- "My Irreplaceable Family :)" -

Beberapa waktu ini gw sedang sangat sulit utk mengucap syukur secara tulus akan segala hal. Terutama akan hidup gw. Gw sedang mengalami masa2 dimana seseorang merasa tertekan tanpa alasan yg jelas dan kuat.. Merasa amat sangat kesepian walaupun di sekeliling ada begitu banyak orang. Merasa begitu lelah dengan masalah2 yg ada dan harus dilewati. Mungkin masalah2 yg kecil memang, namun begitu banyak dan akhirnya menumpuk sehingga membuat gw lelah.

Gw berusaha kuat utk menyimpan dan memendam semua masalah2 ini sendiri. Gw berpikir gw kuat. Ini hanya masalah2 kecil. Namun ternyata gw salah. Gw hanya seorang manusia biasa. Seorang manusia lemah yang pada akhirnya akan berteriak jg ketika rasanya sudah tidak sanggup menahan semuanya seorang diri lagi.

Sebagian besar keluhan gw didominasi mengenai keluarga gw. Mengeluh ttg sikap mereka. Mengeluh ttg perlakuan mereka terhadap gw. Mengeluh ttg segala hal mengenai mereka.
Gw merasa gak nyaman dengan keluarga gw dan sebagainya..
Gw mulai menyalahkan Tuhan dan berpikir bahwa betapa akan menyenangkan jika gw terlahir di keluarga lain. Keluarga seperti keluarga2 teman2 gw. Yang memberikan anak2nya kebebasan yg lebih.

Bahkan gw sempat berkata pada sahabat gw, "Bebh,, seandainya gw bisa reinkarnasi ato dilahirin kembali,, gw akan memilih utk terlahir di keluarga lo. Abis gw ngeliat kayaknya hidup lo sempurna bgt sekarang."
Saat itu dy cm tertawa dan gak menanggapi dengan serius. Tapi bbrp waktu kemudian dgn meneteskan air mata dy blg, "Cit, lo jgn pernah blg lg mau jadi gw,, gw aja pengen jadi elo. Kenapa lo mau jadi gw?? Lo ga tau masalah keluarga gw."

Ok. Jujur begitu mendengar kata2 itu diucapkan dgn begitu tulus,, membuat gw langsung merasa terharu dan ikut meneteskan air mata. Gw terkejut krn tiba2 dy blg spt itu. Saat dy berkata "Lo ga tau masalah keluarga gw.", gw merasa spt disadarkan dari segala keluhan gw. Saat itu di pikiran gw lgsg terlintas, bahwa benar,, gak ada keluarga yg sempurna. Mungkin di depan mata gw,, keluarga sahabat dan teman2 gw seakan begitu sempurna dan menyenangkan. Tapi ternyata tidak selalu begitu kenyataannya. Di balik semua itu ternyata mereka pun punya masalah.
Mungkin gw gak tau. Mungkin tersembunyi. Mungkin gak diumbar keluar. Tapi sungguh benar,, tidak ada keluarga yg sempurna. Masing2 dari mereka tidak terlepas dari masalah dan kesulitan.

Dari situ gw mulai membangun kembali pikiran gw,, bahwa gw sungguh patut bersyukur atas keluaga gw. Gw harus belajar untuk menerima segala kekurangan yang ada. Belajar untuk menerima setiap pribadi dan karakter mereka apa adanya. Toh gw percaya bahwa setiap hal apa pun yg mereka lakukan, mereka melakukan itu krn mereka mengasihi dan menyayangi gw. Gak mungkin mereka melakukannya dengan maksud jahat, atau utk mencelakakan gw. Gak, semuanya pasti demi kebaikan gw sendiri. Mungkin sekarang gw seakan2 berontak dan mengeluh,, tapi suatu saat nanti gw pasti dapat mengerti mengapa mrk melakukan semua itu. Mungkin di saat gw sendiri udah menjadi orang tua seperti mereka.

Yang jelas, mulai saat ini gw akan berusaha semaksimal mungkin utk belajar memahami dan menerima keluarga gw. Dan yang terpenting adalah mensyukuri kehadiran mereka dalam hidup gw. Belajar utk mengasihi mereka seperti gw mengasihi diri gw sendiri :)
Mungkin awalnya akan terasa berat, krn itu berarti gw harus menekan ego gw. Menekan keinginan hati gw. Tapi gw akan belajar. Gw akan berusaha. Krn gw tau dengan pasti bahwa apapun yg terjadi dlm hidup gw,, semuanya itu akan mendatangkan kebaikan bagi gw pada akhirnya.. Setiap anggota keluarga, setiap sahabat, setiap teman, setiap orang di sekeliling kita semuanya diberikan oleh Dia dengan satu maksud dan tujuan yg baik ^.^

Semoga Tuhan memampukan gw utk menjadi seorang anak yang baik bagi keluarga gw, terutama bagi kedua orang tua gw.

Mom, dad, bro.. I love you all.
You're all the most precious gifts in my life,, you're irreplaceable :D

Wednesday, August 19, 2009

Mulut harus mengucap syukur,, namun hati ini ingin mengeluh T.T

Sunday, August 16, 2009

.everyday i wonder why he saw me when a thousand other girls saw him.

Monday, August 10, 2009

- "I wanna SCREAM OUT!!" -

Terlalu berat, Tuhan.
Aku mulai merasa gak sanggup.
Mengapa semakin hari,, keadaan bukan semakin membaik, tapi justru semakin memburuk?
Mengapa masalah datang silih berganti?
Mengapa semuanya begitu terasa menyakitkan?

Ingin rasanya aku berteriak.
Dimana Engkau, Tuhan?
Mengapa Kau sembunyikan wajahMu dariku?
Aku amat sangat membutuhkanMu.

Aku lelah menghadapi semuanya.
Aku gak mampu.
Aku gak cukup kuat.
Aku gak tau bagaimana caranya untuk bertahan dalam keadaan seperti ini.

Setiap pagi di saat aku bangun,
aku menaruh suatu harapan baru dalam hatiku,
bahwa semuanya akan lebih baik dari hari kemarin..
Tetapi ternyata harapanku adalah harapan kosong.
Sia-sia aku berharap.
Segalanya tidak menjadi baik sejauh ini.
Mungkin BELUM.
Tapi entah sampai kapan aku harus menunggu.
Entah sampai kapan aku baru dapat menemukan kebahagiaan.

Entah apakah aku kuat bertahan sampai waktu itu tiba.
Aku lelah disakiti.
Aku lelah merasa sendiri.
Aku lelah diabaikan.
Aku lelah akan semuanya.

Apakah aku memang gak pantas untuk tersenyum?
Apa salahku?
Apakah aku memang benar2 manusia yang gak layak mengecap kebahagiaan?
Mengapa?

Kenapa semuanya harus selalu berakhir dengan rasa sakit?
Kenapa gak pernah berakhir dengan indah?
Apakah akhir yang bahagia hanya ada di dalam dongeng2 pengantar tidur?
Apakah akhir yang bahagia hanya boleh dirasakan oleh orang lain?
Apakah aku tidak pantas turut merasakannya?

Mengapa aku harus selalu tersenyum di depan orang2?
Padahal hatiku sangat terluka.
Padahal hatiku meneteskan air mata.
Mengapa aku harus selalu berpura2 bahwa semuanya baik2 saja?

Ijinkan aku mengecap kebahagiaan.
Aku mohon..

Sunday, August 9, 2009

- "Life = A Wheel." -

People say that life's like a wheel,, it turns up and down..
And maybe now I'm standing on the down side of the wheel..

I don't know why.
Everything I do,, everywhere I go,, I find that everything is going wrong..
Life seems too hard to be passed on.

I hope that everything would get better soon.
I hope that I can hold on tight until the wheel turns my life up back.
I hope that I'm strong enough
I hope that I'm tough enough
to face this all..

I must not give up, right?